Rabu, 12 September 2012

Lagi, Islam dan Nabi Muhammad Dihina oleh Yahudi Lewat Filmnya

Gambar CNN
Sam Bacile, 52 tahun, seorang pengembang bangunan dari Kalifornia, Amerika Serikat, keturunan Israel, telah menulis skenario dan menyutradarai film di Inggris dengan judul Innocence of Muslims. Beredar dalam Bahasa Inggris dan disulih suara ke dalam bahasa Arab oleh seseorang yang tidak dikenalnya. Produser film yang fasih berbahasa Arab ini membenarkan bahwa filmnya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab yang akurat. Film itu muncul seiring dengan peringatan peristiwa 11 September. CNN melaporkan
Film Innocence of Muslims yang didukung 59 aktor dan sekitar 45 orang di belakang kamera menghabiskan dana US$ 5 juta (sekitar Rp. 47,8 milyar) merupakan sumbangan dari 100 donatur Yahudi. Sebagian besar film tersebut mengambil dari potongan video yang telah diunggah di situs YouTube. Film berdurasi 2 jam itu menggambarkan sosok Nabi Muhammad secara utuh dengan prilaku yang sangat buruk, seorang penipu, pria hidung belang yang lemah, sangat, menyetujui pelecehan seksual pada anak-anak. dan sering melakukan pembantaian. Pemeran Nabi Muhammad adalah seorang aktor Amerika. Di situs YouTube film itu tampil berdurasi 13 menit dalam bahasa Inggris.
Seorang pengarah film, Steve Klein, mengatakan produser film perlu memberikan perhatian terhadap anggota keluarga yang tinggal di Mesir. Namun Bacile menolak pendapat tersebut. Klein katakan, dia berjanji akan tetap membantu Bacile membuat film namun dia mengingatkan, "Di masa depan, kamu bakal menjadi Theo van Gogh."
Gogh adalah seorang produser film Belanda, yang mati pada 2004 setelah membuat film menghina Islam.
"Saya ingatkan bahwa hal itu bisa saja terjadi pada kamu," kata Klein. Dikutip dari Tempo.
Bacile dalam persembunyiannya, melalui telepon kepada reporter Associated Press menyatakan "Islam itu tidak ubahnya penyakit kanker!" Sang Yahudi Israel itu yakin film tersebut akan membantu tanah airnya untuk mengekspos kelemahan Islam kepada dunia. Dia sengaja membuat film tersebut sebagai bentuk provokasi politik untuk mengutuk agama. "Ini adalah film politik," kata Bacile. "Amerika Serikat kehilangan banyak uang dan pasukan dalam perang Irak dan Afganistan, namun kami sedang bertempur melawan idologi." 
Dari tempat persembunyian lain, Morris Sadek, warga Kristen Mesir kelahiran Amerika Serikat yang dikenal sangat anti-Islam mengatakan kepada kantor berita  Associated Press Washington bahwa ia telah mempromosikan film provokatif di website dan stasiun televisi.
Hal itulah yang memicu unjuk rasa besar pada hari Selasa (11/9/2012) di Mesir dan Libya. Sherine Tadros, Al Jazeera, melaporkan dari luar kedutaan besar Amerika Serikat di Kairo, mengatakan bahwa para pengunjuk rasa sangat menentang peredaran film penghinaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad SAW yang telah diunggah di website dan ditayangkan di televisi.
Wael Ghoneim, aktivis Mesir menulis di halaman Facebook-nya bahwa "menyerang kedutaan AS pada 11 September dan mengibarkan bendera terkait dengan al-Qaeda tidak akan dimengerti oleh publik Amerika sebagai protes atas film tentang Islam dan Nabi Muhammad SAW. Sebaliknya, itu akan diterima sebagai perayaan kejahatan yang terjadi pada 11 September," katanya.
Tidak hanya warga Islam, warga Kristen Mesir juga bergabung dalam aksi demonstrasi itu. Warga Kristen menolak apapun yang dianggap menghina Islam dan memecah belah Mesir.
"Saya disini karena saya adalah warga Mesir dan saya menolak apa saja yang menghina Islam atau yang memicu perpecahan di kalangan warga Mesir," ujar warga Kristen, Rafik Farouk. Dikutip dari Bloomberg.
Serangan hina terhadap Islam dan Nabi Muhammad tidak hanya sekali ini saja. Sebelumnya, koran Denmark pada edisi 2005 lalu, menerbitkan 12 karikatur tentang Nabi Muhammad sehingga memicu kerusuhan di negara-negara Islam.
Film Innocence of Muslims itu juga mengingatkan kita pada film “Fitna” yang dirilis tahun 2008 oleh anggota parlemen Belanda anti-Islam, Geert Wilders. Fitna adalah sebuah film yang menggambarkan Islam sebagai agama kekerasan. Segala tindak kekerasan melatar-belakangi ayat-ayat suci Al-Qur’an. Dikutip dari Al Jazeera.



Kabar terakhir :
* Menkoinfo memblokir puluhan tautan ke film Innocence of Muslims.
* Situs YouTube blokir tayangan trailer Innocence of Muslims.
* Unjuk rasa menentang film Innocence of Muslims meluas ke berbagai negara.
BERBAGI


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...